Kamis, 18 September 2014

Rezim Boneka AS Afghan Sangat Bergantung Pada Uang Asing Sebesar 60 Persen

Rezim Boneka AS Afghan Sangat Bergantung Pada Uang Asing Sebesar 60 Persen
Shoutussalam – Rezim Afghanistan yang dibentuk pasca invasi Amerika Serikat, merupakan negara yang sangat bergantung dengan suapan dana asing. Rezim yang saat ini diributkan kasus pemenang pilpres ini juga diwarnai parahnya korupsi dan penanaman opium.
Menurut data yang dikutip dari Fox News, Afghanistan dengan rezim bonekanya, kini GDP-nya bergantung dari negara-negara donor asing sebanya 60 persen.
Maka John Sopke selaku inspektorat AS di Afghan mengakui bahwa keberadaan rezim boneka ini amat rentan. Tanpa bantuan AS yang sedang diminta sebesar sekitar US$ 500 juta, rezim boneka terancam tak mampu menggaji pegawainya.
“Sangat jelas bahwa Amerika bertanggung jawab terhadap situasi ini, karena seperti halnya Afghanistan, mereka melahirkan dan mendukung pemerintahan yang brutal, tidak bertanggung jawab dan korup yang ditolak secara terbuka oleh rakyat Irak,”
–Imarah Islam Afghanistan–
Sebanyak 350.000 pasukan asing yang terikat dalam ISAF memang digaji oleh koalisi internasional. Namun ransum pangan mereka amat bergantung dari rezim boneka ini.
Maka tak heran, jika Imarah Islam Afghanistan menggelari Amerika Serikat sebagai perusak kemanusiaan dan peradaban. Taliban menyebut bahwa apa yang akan dilakukan AS dan koalisi internasional di Irak sangat mirip dengan ulah mereka di Afghan.
“Sangat jelas bahwa Amerika bertanggung jawab terhadap situasi ini, karena seperti halnya Afghanistan, mereka melahirkan dan mendukung pemerintahan yang brutal, tidak bertanggung jawab dan korup yang ditolak secara terbuka oleh rakyat Irak,” sebut Taliban dalam rilisnya.
[bss]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar