oleh : Budhi Prasetyo"Cara menegakkan Daulah Islam adalah dengan cara membentuk pribadi Islami terlebih dahulu. Jika sudah berhasil membentuk pribadi Islami, kemudian membentuk rumah tangga Islami. Jika sudah berhasil membentuk rumah tangga Islami, kemudian membentuk masyarakat Islami. Jika sudah berhasil membentuk Masyarakat Islami, maka akan mudah mewujudkan Daulah Islam."
Teori ini terkesan logis tetapi teori ini sesungguhnya tidak ada dasarnya dan entah dari mana asalnya teori ini dan belum pernah ada bukti keberhasilannya dari teori ini. Atau bahkah mungkin di antara pembaca tulisan saya ini pun masih ada yang mempunyai paradigma seperti teori di atas.
Membentuk pribadi Islami memang kewajiban tiap insan yang mengaku Muslim. Kemudian menda'wahkan Islam kepada keluarga pun merupakan kewajiban dengan harapan bisa membentuk rumah tangga Islami. Tetapi keberhasilan menda'wahkan Islam di dalam keluarga itu tidak selamanya seperti yang kita harapkan. Sebagai fakta, Abu Thalib yang merupakan orang terdekat di dalam lingkaran keluarga Rasulullah salallahu 'alaihi wassalaam tidak masuk Islam.
Ketika menghadapi kenyataan bahwa pamannya sendiri tidak masuk Islam, Rasulullah salallahu 'alaihi wassalam tidak harus menunggu seluruh orang-orang terdekat di dalam lingkaran keluarganya masuk Islam terlebih dahulu untuk menda'wahkan Islam kepada orang-orang di luar keluarganya. Beliau meneruskan da'wah beliau kepada siapa saja di luar lingkaran keluarganya.
Terbukti yang malah lebih dahulu mewujudkan rumah tangga "fully Islamy" itu justru dari lingkaran keluarga Amar bin Yasir radhiallahu 'anhu yang berhasil menda'wahkan ibunya yang bernama Sumayah dan ayahnya yang bernama Yasir hingga masuk Islam. Bahkan Yasir dan Sumayah adalah 2 orang yang pertama mati Syahid karena mempertahankan kalimat Tauhid sebelum Rasulullah salallahu 'alaihi wassalam hijrah ke Madinah.
Fakta juga membuktikan bahwa orang-orang yang menjadi pendukung utama Rasulullah salallahu 'alaihi wassalaam tidak semuanya berasal dari dalam lingkaran keluarga Rasulullah salallahu 'alaihi wassalaam. Abu Bakar radhiallahu 'anhu bukanlah orang di lingkaran keluarga beliau, melainkan beliau adalah sahabat yang kemudian menjadi mertua Rasulullah salallahu 'alaihi wassalam.
Begitu pula Umar bin Khatab dan Ustman bin 'Affan radhiallahu 'anhum asalnya pun bukan dari lingkaran keluarga Rasulullah salallahu 'alaihi wassalam. Yang merupakan lingkaran keluarga Rasulullah salallahu 'alaihi wassalam adalah istri beliau Khadijah radhiallahu 'anha, 2 orang paman beliau yaitu Abbas bin Abdul Muthalib dan Hamzah bin Abdul Muthalib radhiallahu 'anhum, dan 2 orang sepupu beliau Ali bin Abi Thalib dan Ja'far bin Abi Thalib radhiallahu 'anhum.
Ketika Rasulullah salallahu 'alaihi wassalam menda'wahkan Islam secara terbuka di hadapan masyarakat Makkah pun tidak semua masyarakat Makkah yang ikut masuk Islam kecuali sedikit, itu pun kebanyakan dari kalangan orang-orang fakir dan miskin serta kalangan budak.
Jika Rasulullah salallahu 'alaihi wassalam memang mengajarkan teori di atas, niscaya Rasulullah salallahu 'alaihi wassalaam tidak akan pernah berhijrah ke Madinah sebelum Makkah berhasil beliau bentuk menjadi Masyarakat Islami dan tewujud Daulah Islam terlebih dahulu.
Teori yang diajarkan oleh Rasulullah salallahu 'alaihi wassalaam dalam menegakkan Daulah Islam adalah dengan cara Da'wah dan Jihad fii sabilillah.
Da'wahkan Islam kepada siapa saja, jika ada orang yang menolak Islam maka tinggalkanlah, jika ada yang menghalangi da'wah Islam maka singkirkanlah penghalang itu dengan Jihad fii sabilillah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar