RAQQAH, DAULAH ISLAMIYAH – Tidak salah jika apapun yang dilakukan Mujahidin di medan tempur menjadi sesuatu yang menarik,bahkan lebih menarik ketimbang artis Hollywood shooting di hutan Amazon, pedalaman Brazil.
Bagaimana tidak, mereka berperang mempertaruhkan nyawa, dan ini lebih dari sekedar film action buatan Hollywood. Sehingga pantaslah mujahidin itu selalu menjadi pusat perhatian dunia dan semua mata tertuju kepada mereka, walaupun sebenarnya aktivitas yang mereka lakukan jika dilakukan di dunia lain itu biasa saja, namun jika mereka yang melakukan menjadi luar biasa.
Disisi lain, tidak sedikit yang menghujat mereka, mencaci maki mereka, dan mencari celah untuk menghancurkan nama mereka. Namun demikian, mereka tetap bekerja dihadapan Allah, walaupun seluruh dunia menghujat mereka, mereka tetap keep calm di medan ribath walaupun seluruh dunia menjelek-jelekan mereka. Enjoy aja begitulah ungkapan yang cocok untuk para Mujahidin di lapangan.
Setelah Daulah Islamiyah menghidupkan kembali kota Raqqah, disaat itu pula mulai kembali hidup aktifitas jual beli di kota tersebut.
Masyarakat Raqqah sangat berterima kasih kepada Daulah Islamiyah karena telah menjaga kota mereka dari serangan-serangan tentara Syiah Kafir Nusyairiyah Bashar Al Assad.
Tiga orang pemuda muslim asal belgia hijrah ke Daulah Islamiyah pada bulan juni 2014 lalu. Saat mereka telah berada di Bumi Khilafah, mereka selalu menampilkan foto-foto terbaru mereka. Kali ini mereka menampilkan suasana hidup bahagia di medan tempur Suriah.
Pada suatu hari mereka sedang mengadakan Ribath di kota Deir Ez Zour. Tidak lama ribath disana, rombongan mujahid kembali ke kota Raqqah untuk menunggu intruksi selanjutnya. Tiga orang mujahid dan ditemani beberapa mujahidin lainnya pulang menuju Raqqah, Ibu Kota Daulah Islamiyah.
Di kota Raqqah mereka beristirahat di rumah yang telah disediakan Daulah Islamiyah bagi para Muhajirin yang datang dari seluruh dunia. Kebahagiaan yang sulit diungkapkan ditempat “wisata” Daulah Islamiyah, disana mereka bisa berbaring menyimpan energi untuk bertempur besok atau lusa.
Di malam yang cerah disela-sela istirahat dari medan tempur, tiga orang mujahid, Olivier Calebout aka ‘Abu Sayfudeen’ (27 tahun), Abdelmalek Boutalliss aka ‘Abu Nusaybah (19 tahun) and Lucas Van Hessche (19 tahun) mencoba untuk mencari makanan di sebuah pusat perbelanjaan di kota Raqqah.
Kisah menarik hari ini adalah mereka membeli Pizza dan Milkshare untuk menu makan malam mereka. Di toko yang mereka kunjungi terdapat pula saudara-saudara mujahidin yang lain yang sedang asik ngobrol dengan teman-temannya.
Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, ketika medan tempur yang ada dibenak kita, dunia yang keras dengan kilatan peluru dan asap mortir, ternyata masih ada orang yang menjual Pizza dan Milkshake, dan ternyata masih sempat-sempatnya ada orang yang membelinya.
Tidak hanya di Italia, Pizza diciptakan, ternyata di Daulah Islamiyah juga terdapat Pizza + Milkshake menjadi salah satu kuliner yang menarik di Daulah Islamiyah.
Di toko yang mereka kunjungi, terdapat pula berbagai macam makanan dan minuman yang mungkin di negara-negara lain itu terlihat biasa, namun di dunia Jihad yang terbiasa mendengar ledakan-ledakan, hal ini menjadi sesuatu yang menarik.
Mereka menamakan wisata ini dengan “Living the good life…In the Islamic State”.
“Menjalani hidup yang baik … Di Negara Islam”
Bagaimana? Indah bukan hidup di Daulah Islamiyah?
Source : Emme Jihad

Tidak ada komentar:
Posting Komentar